Pulau Eugene merupakan ladang minyak di Teluk Meksiko, sekitar 80 mil
lepas pantai Louisiana, AS. Lansekap kepulauan ini terbelah dengan
celah dan rekahan dalam yang spontan memuntahkan gas dan minyak. Ladang
minyak ini ditemukan pada 1973 dan mulai memproduksi sekitar 15.000
barel per hari. Pada 1989, aliran minyaknya berkurang menjadi 4.000
barel per hari. Tetapi tanpa alasan logis apapun, secara tiba-tiba
produksinya meningkat menjadi 13.000 barel. Selain itu, taksiran
cadangan meroket 60-400 juta barel.
Apa yang terjadi di bawah Teluk Meksiko?
Apa yang ditemukan para peneliti ketika menganalisis ladang minyak
ini dengan pencitraan seismik 3-D? Ternyata ada patahan dalam yang
tidak bisa dijelaskan, dan minyak telah memancar dari suatu kedalaman
yang tidak diketahui sebelumnya, dan bermigrasi ke atas melalui batuan
untuk mengisi pasokan yang ada.
Para peneliti menemukan ketika mereka menganalisis ladang minyak
dengan selang waktu pencitraan 3-D seismik bahwa minyak memancar dalam
dari sumber yang lebih dalam yang sebelumnya tidak diketahui dan
bermigrasi naik melalui celah bebatuan untuk mengisi pasokan yang
ada.Selanjutnya, analisis minyak yang sekarang sedang diproduksi di
Pulau Eugene menunjukkan perbedaan usia geologis dari minyak yang
diproduksi di sana sebelum tahun 1989. Dugaan kuat, minyak mentah yang
baru, muncul dari sumber yang berbeda, sumber yang tidak bisa
dijelaskan.
Perkiraan terakhir dari cadangan minyak kemungkinan naik dari 60 juta
barel menjadi 400 juta barel. Baik ilmuwan dan ahli geologi dari
perusahaan-perusahaan minyak besar telah melihat bukti dan mengakui
bahwa ladang minyak Pulau Eugene mengalami pengisian ulang sendiri.
Sumber minyak dari suatu kedalaman di Pulau Eugene sangat mendukung
teori Thomas Gold yang ditulis dalam bukunya The Deep Hot Biosphere.
Gold menetapkan, “minyak bumi sebenarnya adalah aliran primordial
terbarukan yang terus-menerus diproduksi oleh bumi dalam kondisi panas
dan tekanan yang luar biasa. Ketika zat ini bermigrasi ke permukaan, ia
diserbu oleh bakteri, sehingga minyak bumi tampak seperti memiliki asal
usul organik dari zaman dinosaurus. “
Sumber minyak di Pulau Eugene serta gagasan Gold membuat insinyur
perminyakan bertanya-tanya tentang situasi yang sama di ladang minyak
Timur Tengah yang tak ada habisnya.
“Timur Tengah memiliki lebih dari dua kali lipat cadangan minyak
dalam 20 tahun terakhir, meskipun setengah abad dieksploitasi dan
penemuan baru relatif sedikit,” ujar Norman Hyne, seorang profesor di
Universitas Tulsa, Oklahoma, AS. “Teori yang tak konvensional (teori
abiogenik ) tentunya akan berubah menjadi benar,” katanya.
Keberadaan ladang minyak yang bisa memperbaharui pasokan sendiri
menghancurkan mitos teori asal usul minyak.dan Jika minyak memang
benar-benar berasal darizat anorganik alami maka bagaimana bisa
dikatakan minyak adalah energi tak terbarukan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar